Thursday, December 31, 2009

Setiap Kali Aku Mengingatimu

Setiap kali kudengar “Izinkan Kupergi” dimainkan
Fikiranku melayang menuju kepadamu
Dan mengembara bersama angin..., menunggangi awan...,
Melebur bersama langit agar dapat terus merasa dekat denganmu...
Lalu merangkulmu dalam dakapan hangat yang tak akan kulepaskan.

Setiap kali ku sebut namamu
Hatiku berdegup kencang...
Dan bersama debar jantungku,... bersama deru nafasku
Berselaras dengan suara alam disekitarku membentuk nada orkestra
Lalu memandangmu dengan tatapan tak berkedip... penuh cinta.

Dan setiap kali aku mengingatimu
Semuanya menjadi terasa indah...
Dan bersama hujan..., beratap langit...
Menyatu kita dalam debar-debar jantung yang menyatu
Lalu untuk selamanya kita berganding tangan dan jangan pernah kita lepas.

Nota Cinta

Tercipta Nama Mu
Terpahat Indah
Didahan Cinta
Namun Kini Kita Jauh
Direntangi Mimpi Ngeri
Akukah Pelaut Malang
Kehilangan Arah Impian
Kembang Cinta Gugur Berderai
Bagai Mawar Yang Kelayuan

Nota Cinta
Kembalikan Kisah
Cinta Kita
Namun Jiwa
Berdarah Tanpa
Penawar
Semusim Berjauhan
Hati Berubah
Janji Yang Kau Ucapkan
Jadi Mimpi Ngeri

Kucoretkan Segalanya
Bicara Cinta Terluka
Tersemat Dihati Ini
Tak Kubiarkan
Terulang Lagi.

Tiada Lagi

Tiada lagi... senyuman manismu
Tiada lagi... gelak ketawamu
Tiada lagi... belaian mesramu
Hanya tinggal bayanganmu

Tiada lagi... bisikan manjamu
Tiada lagi... gurau sendamu
Tiada lagi... kasih dan sayangmu
Yang tinggal hanya debu

Tiada lagi teman berbicara
Tiada lagi tempat bermanja
Tiada lagi kucupan mesra
Tiada siapa menyapu airmata

Tiada lagi seperti dulu
Keindahan cinta bersamamu
Tiada lagi segala-galanya
Tiada lagi ungkapan cinta

Cinta kukecewa kasihku derita
Ombak rinduku tiada terkira
Seandai berpisah
Hidupku sunyi tiada ceria
Makan tak lalu, tidur tak lena

Betapa kecewa di lubuk jiwa
Cintamu pudar tiada balasannya
Namun ku masih menerima
Pasrah hatiku di akhir cinta

Oh Tuhan tolonglah hambamu!
Tabahkanlah hati yang merindu
Semoga takdir yang menerima
Tersirat hikmat di hatiku

Masihkah Ada Harapan

Ada sinar mentari
Setelah hujan ribut melanda
Ada sinar rembulan
Setelah berlalunya hari

Tapi aku masih disini
Masih menanti dan mencari
Mentari pagi untuk menerangi
Setelah dibasahi hujan yang tak kudugai

Masihkah ada harapan untuk ku berdiri
Masihkah ada harapan untuk ku berlari
Setelah ia menguasai jiwa ini......

Mengharap Janjimu

Cintaku kepadamu
Tidak mungkin berubah
Kasih ku bagai dulu
Dari seluruh jiwa
Walaupun engkau jauh
Terasa hatiku dekat padamu

Dalam malam berlabuh
Terkurung aku dalam rindu
Terkenang janjimu masa lalu
Langit nan biru saksi bisu
Terentang kasih di kala itu
Kau melafazkan kesetiaan dirimu

Sampainya hatimu engkau ingkari janji padaku
Segala sumpahmu hanyalah palsu
Kau biarkan diriku bagaikan pungguk
Bulan pun merayu
Pedih hatiku merindu

Mana... mana sumpah dan janjimu
Yang pernah kau ucap dulu
Yang bermain di bibirmu
Sayang... luluhnya perasaanku
Berderai tali jantungku
Hancur bagai debu

Gugur ranting hatiku
Bersama pilu tangisan nan sendu
Berpesan angin lalu
Sampaikan cinta nan rindu
Mengharap janjimu

Rindu Terhenti

Terhentilah senyuman yang engkau beripadaku
Terhenti kata kata yang indah yang kau ucapkan
Terhentilah bicara yang kurindu setakat itu
Terhenti langkahku mengekori bayangan

Semalam aku dibuai rindu
Rindu yang entah ke mana
Semalam aku dibelai syahdu
Syahdu yang hilang bersama mimpi

Selaut rasa yang kau curahkan hanya padamu
Segunung harapan yang kunantikan ikhlas darimu
Oh ke mana...
Masihkah terus menanti harapan yang pasti?
Apakah percaya pada janji yang belum bererti
Kuterima kenyataan ini
Dan aku nanti
Berkatalah engkau
Andai aku yang kau perlukan...

Untuk Kasihku Seorang

Dalam keheningan malam
Ditemani angin malam
Yang menusuk hati
Kusedari betapa berertinya
Dirimu bagiku

Kasih
Kau selalu ada
Dalam tawa canda dan air mata
Kau selalu hadir di seluruh nafas hidup ku

Kau telah membuatku terbuai mesra
Dalam indahnya kemilau untaian kata cinta
Kau seperti lilin kecil
Penerang dalam pekatnya malam gelita
Kau seperti bintang timur
Pemandu bagi pelaut yang kehilangan arah
Kaulah insan penawar rinduku

Kasih
Kuingin kau bersama di sisiku
Menjemput mahligai cinta kita berdua
Mengharungi bahtera hidup ini
Dalam satu cinta
Dari insan yang berbeza

Yang Bertahtah Di Hatiku

Ketika pandangan kita berpadu
Saat jumpa denganmu
Rasanya aku tak seperti biasa
Segala yang ada indah di mata
Mungkinkah ini satu petanda bahawa aku telah cinta padamu?
Ku cuba menutup perasaanku
Aku semakin gelisah
Ingin kubicara tapi tidak kuasa menyuarakan isi hati ini
Ingin ku peluk dirimu dan bisikan kalimat cinta
Hanyalah untukmu
Hanya untukmu kasih
Kadang kutersenyum di dalam hati
Akan semuanya ini
Haruskah sikapku terus begini
Tak mampu berkata-kata
Kupandang matamu yang sayu
Kau pun tersenyum malu dan tersipu
Dan aku berjanji untuk berjumpa lagi
Di suatu hari nanti
Di dalam mimpi-mimpi

Aku Sayang Kamu

Sayangku,
Terus terang,
Abang sayang kamu
Sangat sayang.
Abang rela mendaki Himalaya
demi kamu,
merenangi samudera atlantik
demi kamu,
meraih bintang-bintang di langit
bagi kamu
Hanya saja,
terus terang,
abang takut ketinggian,
dan
abang tidak bisa berenang,
apalagi terbang.
Tapi abang sayang kamu.
Sungguh.

Wednesday, December 30, 2009

Bersama Rindu Di Dalam Sendu

Berulang kali ku mencuba memujuk hati
Lupakan semua kenangan...
Namun mimpi bertemu lagi
Di saat engkau tiada di sisi...
Ku berpegang pada janji
Tercipta antara kita dulu
Hilangmu tiada berganti
Biarlah ... begini
Ku belayar di lautan tidak bertepian
Sesekali disedarkan ombak yang mendatang
Aku seperti hilang punca arah dan ... tujuan
Aku puisikan namamu
Bersama rindu
Di dalam sendu ...

Apakah Aku Yang Tersilap ?

Apakah aku yang tersilap?
Terlalu cepat memberi cinta
Mencurahkan segalanya
Walau kenal hanya seketika

Apakah aku yang tersilap?
Terlalu mudah melafazkan cinta
Mencurahkan segalanya
Walau kenal hanya seketika

Tak kusangka cinta hanya sementara
Hanya bersandiwara di depan mata
Kini kusedar semuanya dusta
Pandai sungguh bermain kata
Tebu ditanam di bibir saja
Racun tersedia takku sangka

Dunia ini pentas sementara
Berlakonlah sepuasnya
Kuharap kau kan berbahagia
Biarlah aku sendiri terluka

Bersyukurku kepada Tuhan
Dengan rahmat yang diberikan
Akan kutempuh hari hadapan
Ranjau dan onak tak lagi kuhiraukan

Masihkah Kau Ingat?

Masih kah kau ingat saat pertama kali kita bertemu
Masihkah kau ingat degupan jantung di dadamu
Masihkah kau ingat warkah cintaku yang pertama
Masih kah kau ingat ciuman hangat pertama kita
Masih kah kau ingat saat kau meninggalkanku
Masihkah kau terasa hatimu terluka
Masih kah kau ingat tawa kita saat kita bercanda?
Masihkah kau ingat pertemuan rahsia kita..?
Masihkah kau ingat menemuiku setelah kian lama?
Masih kah kauingat kehilanganku sekali lagi?
Masih kah kauingat malam aku menaiki pesawat dan hilang dari dirimu selamanya
Masih kah kauingat bil telefon pertama yang panjang
Masih kah kauingat gementar tanganmu setiap kali membaca suratku

Kuntum Kasih Terkulai Layu

Kuntum Kasih Terkulai Layu

Telah ku semai dan telah kubelai
Kuntum kasih di taman hati
Tapi gugur dan layu terkulai
Jambanganku tak lagi berseri

Siang malam aku menunggu
Ucapan cinta yang ikhlas darimu
Warkahmu dingin bernada sayu
Menambah pilu di hati

Ke manakah hilang belaian rindu?
Yang selalu kau ucapkan kepadaku
Kata-kata manis, madah berbunga
Ke mana hilang ucapan cinta

Kan kubawa hatiku kembara
Mendamaikan semua derita
kenangan mesra kita bersama
Akan kuabadikan di lubuk jiwa

Berapinya Rindu

Resah ini
Semakin menghimpit diri
Makin ku diam
Makin mencengkam

Rindu ini
Dari dulu hingga kini
Masih menjadi
Masih berapi…

Katamu sepi itu indah
Seindah cinta kita
Bagi ku suatu penyiksaan
Yang payah digambarkan

Berapinya rindu
Jiwa tak menentu
Hanya Tuhan yang tahu
Andai kupunya sayap
Pasti aku ke sana
Bercanda denganmu
Moga hilang kerinduan yang mencengkam

Resah ini
Bilakah kan reda
Tak tertahan lagi
Rindu berapi

Saturday, January 31, 2009

Penghijrahan

Deras mengalir air di sungai

Lanar di tepi dibawa bersama

Melintasi gunung dan ganang

Demi ke lautan penuh bergelora

Ah...sungai

Mengapakah aliranmu

Ke tasik atau samudera?

Oh...sungai

Airmu yang tawar itu

Akan bertukar rasa

Bila di lautan samudera

Tempat ombak bermaharajalela!

Walaupun...

Lanar yang kau bawa

Bersama tanah di muara

Menjadi delta nan subur

Tetapi lama kelamaan

Ianya akan hanyut jua

Hasilpena,

Andika

Semangat Jaya

Selagi tekadmu ada

Layarkanlah bahtera

Harungi segala samudera

Tujui Pulau Jaya

Walau taufan dating melanda

Jangan kau gentar akannya

Kerana azam dan cita

Semua cabaran, ah…bias saja

Kuatkan iman di dada

Diri sendiri mesti mesti kau percaya

Jika tekad untuk berjaya

Lautan api diharungi juga !

Lupakan segala yang menggoda

Ilmu yang sempurna, paling utama

Apa guna hidup kaya

Jika tiada ilmu berguna ?

Dunia ini tumpangan hanya

Kekal nanti di akhirat jua

Ambil kesempatan bila ada

Pantang undur selagi berdaya...

Semoga sampai ke destinasi jaya

Hasilpena,

Andika

Semangat Dunearn

Kami pelajar

Sekolah Menengah Dunearn

Mengharungi lautan

Penuh duga cabaran

Demi menimba ilmu pengetahuan

Untuk melengkap kehidupan

Kami berusaha gigih

Bermandi hujan membakar raga

Semangat perjuangan tetap berkobar

Tak mengaku kalah, terus mencuba

Bersatu teguh, bercerai roboh

Inilah pedoman sebagai panduan

Tepuk dan sorak kami laungkan

Tenaga dan bakti kami curahkan

Bersama kami membina

Semangat Dunearn yang murni

Tak lapuk dek hujan;

Tak lekang dek panas

Hasilpena,

Andika

Pujaanku

Di kau kutenung...

Dikau kupandang

Bibir mengorak senyum

Hati diresapi kemesraan

Dikau ku puja…

Dikau lah yang agung

Hatiku penuh bangga

Dikau tetap kusanjung!

Kau tidak kusangsi

Membimbing putera puteri

Walau usia masih remaja

Tapi kau bangun dengan gigihnya

Kenanganku tetap abadi

Walau bersama tidak sentiasa

Kuberi dosaku nan ikhlas

Agar kau terus tegak, kukuh…Singapura tercinta


Hasilpena,
Andika

Semangat Singapura

Lantangkan sorakan

Peritkan kerongkongmu

Gamatkan suasana

Kecutkan hati lawanmu

Menang atau kalah

Tidak mengapa

Yang penting ialah

Semangat mesti ada

Maju…terus maju

Mara dengan tabah

Maju, jangan undur

Singapura pantang mengaku kalah

Selagi berdaya...terus ke depan

Tidak kenal ertinya putus asa

Biar mereka tahu, kehandalan kita

Itulah semangat Singapura

Berlatih dengan rajin

Berlumba dengan yakin

Bersatu kita sentiasa

Berjaya kita bersama

Semoga harum namu

Ke seluruh dunia

Semoga Singapura bangun

Mencipta sejarah

Hasilpena,

Andika

Inilah Masanya...

Selagi tekadmu ada

Usah menyerah kalah

Kuatkanlah semangat

Azammu takkan padam

Niatmu akan menjadi kenyataan

Onak dan duri kau harungi

Lautan api kau renangi

Inilah masanya bagi kamu

Mengatur langkah ke puncak jaya

Pentas dunia menjadi saksi

Inilah masanya

Kau buktikan keunggulan mu

Biar dunia membuka mata

Engkaulah juara segala juara

Lantangkan sorakanmu

Inilah masanya

Aspirasimu menjadi nyata

Hasilpena,

Andika

Friday, January 23, 2009

Di Wawasan Olimpik Belia 2010

Di Wawasan Olimpik Belia 2010

Kupatri Singapura berubah wajah

Melahirkan warganegara

Yang setia pada ibundanya

Di Wawasan Olimpik Belia 2010 ini

Kuimaginasikan

Rentak irama kesukanan pada mada depan

Buat anak watanku tersayang

Ku tak pasti

Adakah kalian akan tersenyum

Menghirup puas piala kemenangan

Atau kalian akan tewas lalu rebah

Di Wawasan Olimpik Belia 2010

Kupasti banyak keringat membasahi bumi

Kupasti jutaan patriot mati tak terkubur

Bermandi keringat bergadai impian

Untuk ibu pertiwi

Di Wawasan Olimpik Belia 2010

Kupasti Singapura menggegar dunia

Di kala mentari melabuhkan tirai

Di kala camar pulang ke sarang

Kecemerlangan tetap terpahat

Di hati sanubari

Tetapi harapan bangsamu

Jangan digadaikan

Di celah kemajuan sukan

Jangan kau ulangi

keruntuhan bangsamu di pada masa lalu

merdeka di mulut

dijajah di hati

Di Wawasan Olimpik Belia 2010

Semuanya kusangsi

Harapan bangsa

Yang telah diagungkan

Akan menjadi kenyataan

Ataupun hanya nista

Tapi yang kupasti di pagi 1hb Jan 2010

Anak-anakku, bangsaku

Mencapai impian…

Hasilpena,

Andika